Belajar Mindset Digital Marketing dari COO IDAFF Dee Ferdinand

belajar-mindset-digital

COO IDAFF Dee Ferdinand – Semua orang bisa dengan mudah terjun ke dunia digital marketing, tetapi tidak semua memiliki mindset yang tepat sehingga bisnis mereka pun tidak berjalan selancar yang diinginkan.

Namun, tidak begitu halnya dengan COO dan CO-Founder IDAFF, Dee Ferdinand. Sejak awal membangun IDAFF, Dee tahu bahwa mindset dan komitmen berperan penting dalam keberlangsungan bisnisnya.

Semua Berawal dari Macet

Kemauan Dee untuk terjun ke dunia digital marketing mulai muncul pada tahun 2004. Saat itu, ia masih bekerja kantoran dengan jarak cukup jauh dari rumah.

Suatu hari ia terjebak macet berjam-jam di dalam mobil. Dee pun berpikir bahwa jika pemerintah tak kunjung memberi solusi, maka ia yang harus mengubah diri.

Dee tak ingin waktunya banyak terbuang di jalanan, membuatnya tidak memiliki banyak waktu untuk dihabiskan bersama keluarga di rumah.

Dee ingin melakukan sesuatu tanpa harus terbatas ruang dan waktu.

Satu-satunya pilihan yang terlihat menjanjikan adalah bisnis online. Ia yakin bahwa tidak semua bisnis online merupakan penipuan, seperti yang banyak diberitakan saat itu.

Akhirnya, Dee pun belajar tentang digital marketing melalui Online Course dari Amerika.

Meski begitu, ia tak langsung terjun 100% ke dunia online karena ketika itu belum ada role model sebanyak sekarang.

“Saya memotivasi diri sendiri, nekat. Sambil kerja, saya beli course dari luar negeri. Dua tahun mengalami trial dan error, sampai akhirnya bertemu dengan software developer Amerika yang ingin bekerja sama. Mereka ingin saya mempromosikan software mereka,”

Cerita Dee.

Dari situlah kesempatan mulai terbuka lebar hingga akhirnya pada tahun 2007, Dee memutuskan untuk terjun 100% ke dunia online.

Fokus Pada Pengembangan Produk

Dalam mengembangkan bisnisnya, Dee sama sekali tidak memfokuskan diri pada uang. Baginya, uang hanyalah konsekuensi dari apa yang kita lakukan.

Apabila produk dan pelayanan bagus, maka jumlah yang masuk juga akan berbanding lurus,

“Fokus saja sama service. Kembangkan produk yang akan disukai dan dibeli orang-orang.”

Pada tahun 2011, ketika mengadakan seminar tentang bisnis online, ia bertemu dengan Sunil Tolani yang kini menjabat sebagai CEO IDAFF.

Saat itu, Sunil sedang merintis sebuah bisnis online dan Dee pun tertarik mengivestasikan saham pada bisnis tersebut. Lahirlah sebuah agensi digital bernama Calibreworks yang benar-benar fokus pada ranah online.

Dengan berbagai kenalan yang didapatkannya dari Calibreworks, Dee pun mengajak para klien untuk mempromosikan produk mereka melalui affiliate.

Sayangnya, saat itu belum banyak yang mau bergabung karena takut dengan persaingan harga yang tidak masuk akal.

Tidak lama kemudian, IDAFF pun muncul dengan mempertimbangkan tiga hal utama, yakni Validasi Payment, Sistem Tracking, dan Komunitas.

“Validasi payment merupakan hal penting karena memudahkan ara bayar akan memudahkan orang untuk menjadi customer, maka dari itu IDAFF mulai dari payment,”

Kata Dee.

Sedangkan, sistem tracking memungkinkan IDAFF untuk mengetahui ke mana saja link dari produk tertentu berjalan.

Apakah produk tersebut langsung dibeli oleh orang pertama yang mendapatkan link, atau masih ada proses lain lagi. Sementara itu, komunitas yang melakukan networking dengan IDAFF juga berfungsi sebagai market research.

Tidak hanya bersifat satu arah, para komunitas bisa memberikan berbagai input kepada IDAFF.

Menurut Dee, sebuah bisnis digital marketing, terutama startup, haruslah visioner. Anda harus tahu mau melakukan hal apa saja selama beberapa tahun ke depan dan berpegang teguh pada hal tersebut.

Siapkan pula mental dan fisik Anda untuk menjalani proses pengembangan yang tentu membutuhkan waktu cukup lama. Good luck!

IDAFF ACADEMY
Belajar Bersama Online Marketing & Affiliate Marketing
Kami menghormati privasi anda, data anda aman bersama kami.